Kebanyakan dari kita berpikir bahwa elektrolit dan karbohidrat adalah bahan yang membedakan ‘minuman kebugaran atau fitness drinks’ dari produk minuman yang banyak beredar di pasaran. Yang mungkin tidak banyak diketahui adalah bagaimana bahan-bahan tersebut dapat memenuhi kebutuhan cairan untuk individu yang aktif berolahraga.

Kami bertanya pada John Heiss, Ph.D., perihal elektrolit dan glukosa, serta manfaat mengonsumsi produk tersebut.

Pertanyaan: Banyak isu terkait elektrolit, sebenarnya apa itu elektrolit?

Pertanyaan bagus. Seperti banyak diketahui, menjaga kesehatan adalah hal penting, namun caranya bagaimana mungkin belum banyak yang memahaminya. Elektrolit bisa diasumsikan sebagai kosakata mewah untuk kelompok mineral, khususnya pada minuman atau zat yang dihubungkan dengan apa yang ada di dalam tubuh. Sodium (Na), potassium (K), dan magnesium (Mg) adalah jenis mineral yang kerap dihubungkan dengan fungsi tubuh dan minuman kebugaran.

Pertanyaan: Apakah jumlah sodium yang dikonsumsi bisa berlebihan? Apa manfaat dari sodium pada minuman kebugaran?

Untuk pertanyaan pertama, kejadian kelebihan konsumsi garam lebih banyak ditemukan pada makanan kemasan. Garam menarik air lebih banyak ke dalam darah sehingga menyebabkan tubuh agak membengkak sementara. Jika Anda menimbang berat badan di pagi hari setelah mengonsumsi makanan yang asin di malam hari, ada kemungkinan berat badan Anda meningkat sekitar 1,4 kg hingga 1,8 kg. Namun angka ini adalah berat air di dalam tubuh, berat Anda akan kembali normal sekitar 24 jam selanjutnya.
Bagaimanapun, sodium dibutuhkan untuk hidrasi. Sodium mendukung distribusi air ke dalam darah dan jaringan tubuh lainnya. Penting dikonsumsi oleh atlet untuk mengganti sodium yang hilang melalui keringat.

Pertanyaan: Lalu apa manfaat lain dari elektrolit lainnya?

Ada juga potassium yang dianggap sebagai intra seluler regulator. Potassium adalah elektrolit terbanyak yang terdapat di dalam sel dan agak sulit di dapatkan dari makanan. Namun, kelebihan jumlah potassium selama olahraga akan menyebabkan sel di dalam tubuh membengkak, inilah alasannya mengapa sodium lebih dibutuhkan daripada potassium selama olahraga. Magnesium juga penting. Magnesium berperan penting dalam sistem metabolisme glukosa. Glukosa adalah gula yang paling penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.*

Pertanyaan: Apakah glukosa dan gula jenis lainya, berhubungan dengan hidrasi? Apakah glukosa lebih baik bila dibandingan dengan gula lainnya?

Sebenarnya pandangan negatif terhadap gula tidak sepenuhnya benar. Masalah sebenarnya ada pada jumlah gula yang dikonsumsi!
Glukosa merupakan jenis gula favorit saya, sebab glukosa sangat mudah dan dapat langsung digunakan oleh otot untuk menghasilkan energi dalam waktu singkat.

Pertanyaan: Jadi, elektrolit dan glukosa bisa dikatakan penting saat berolahraga. Apakah ada jenis gula lain yang dibutuhkan dan sebenarnya apa yang dimaksud dengan glukosa?

Untuk jenis gula lainnya, ada fruktosa yang dikenal juga sebagai gula sederhana. Fruktosa dicerna lebih lambat karena diproses terlebih dahulu di dalam hati sebelum digunakan sebagai sumber energi. Ada juga sukrosa yang dibentuk dari salah satu bagian glukosa yang berhubungan dengan fruktosa. Sukrosa cukup cepat diproses oleh tubuh. Laktosa yang banyak ditemukan pada produk susu dan olahannya, dibuat dari glukosa dan galaktosa. Semua jenis gula tersebut saling berhubungan.

Pertanyaan: Apa hubungannya antara gula dan elektrolit?

Semua yang ada di dalam tubuh tentu saling berkaitan. Elektrolit, yang disebut magnesium, berperan penting dalam siklus metabolisme glukosa. Sodium juga penting perannya dalam membantu glukosa masuk ke dalam sel tubuh untuk menyediakan energi.*
Perlu dipahami, ketika lelah saat berolahraga, Anda akan mengalami dehidrasi, kemudian performa saat olahraga juga akan berkurang.

Pertanyaan: Kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsi karbohidrat dan elektrolit tersebut?

Selama berolahraga, tubuh menggunakan campuran karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi, jumlahnya tentu tergantung dengan intensitas saat berolahraga. Pada olahraga dengan intensitas rendah, seperti jalan santai, kebutuhan bahan bakar akan didominasi dengan lemak, meskipun kebutuhan energinya rendah, sehingga tidak banyak kalori yang didapatkan dari makanan akan dibakar.
Pada olahraga dengan intensitas tinggi, tubuh akan bergantung pada ketersediaan karbohidrat, yang disebut glikogen, selanjutnya diubah menjadi glukosa. Pelari marathon biasanya tidak mengonsumsi makanan sama sekali sebelum bertanding, mereka bergantung sepenuhnya pada glikogen. Bagaimanapun, sebaiknya pelari apa pun tetap mengonsumsi makanan dan terutama karbohidrat untuk dapat menyelesaikan lari berjarak 50 ml.

Pertanyaan: Apa parameter antara butuh dan tidak butuh makanan sebelum berolahraga?

Kita dapat menggunakan analogi tanki gas pada mobil. Tanki tersebut ukurannya sudah pasti, ketika kosong tidak ada bahan bakar, maka mobil tidak berfungsi. Kecuali saat Anda memiliki bahan bakar yang terisi penuh, akan sulit bagi Anda mempertahankan beban kerja yang tinggi dalam waktu yang panjang. Saya selalu berpesan kepada para atlet ketika mereka minum air, akan lebih baik bila beberapa bahan bakar didapatkan dari karbohidrat seperti glukosa. Saya merekomendasikan menambahkan kalori dan gula jika durasi olahraga Anda lebih dari 30 hingga 60 menit.

*Pernyataan ini belum dievaluasi oleh BPOM. Produk ini tidak dimaksudkan untuk mendiagnosa, menyembuhkan, atau mencegah penyakit.

Ditulis oleh John Heiss, Ph.D.

Senior Director, Sports and Fitness, Worldwide Product Marketing

John Heiss, Ph.D., fokus pada produk nutrisi Herbalife untuk olahraga dan kebugaran.